Imbas Teror Bom, Okupansi Hotel di Yogyakarta Merosot hingga 30%



Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai merasakan penurunan dari okupansi normal pada hari kesatu Bulan Ramadan 1439 Hijriah.

"Selain sebab bulan Puasa, merosotnya okupansi juga diprovokasi adanya 'travel advice' dari sejumlah negara," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Kamis (17/5/2018).

Berdasarkan keterangan dari Istijab, penurunan okupansi lumrah terjadi setiap menginjak Bulan Ramadan. Namun demikian, adanya penerbitan "travel advice" dari 13 negara untuk warganegaranya yang berkeinginan melakukan perjalanan ke Indonesia pascateror bom di Surabaya, Jawa Timur semakin memperkuat penurunan hunian kamar hotel di Yogyakarta.

Saat ini, menurut keterangan dari dia, baik hotel berbintang maupun non bintang rata-rata okupansinya merosot menjadi 30 persen, dari hari normal yang seringkali mampu menjangkau 40-60 persen. Ia mempercayai penurunan okupansi yang diakibatkan masuknya bulan puasa bakal kembali pulih padamula Juni 2018.

"Semoga ini (penurunan okupansi) cepat pulih dan tidak lama," kata dia.

Ia mengakui dengan adanya tren penurunan okupansi, tidak sedikit hotel yang kesudahannya belomba-lomba menyajikan tarif promo atau bahkan banting harga guna menggaet pengunjung. "Lihat saja ketika ini melewati pemasaran online tidak sedikit hotel yang menurunkan tarif sewa kamarnya," kata dia.

Public Relation Hotel Tentrem Yogyakarta, Venta Pramusanti membetulkan ihwal penurunan okupansi tersebut. Okupansi hotel yang bertempat di Jalan AM Sangaji tersebut kini menurun 20-30 persen dari okupansi pada hari-hari normal.

Meski demikian, Venta mempercayai penurunan sewa kamar tersebut lebihtidak sedikit dipengaruhi momentum masuknya Bulan Ramadhan. "Karenatelah masuk Bulan Ramadhan, seringkali orang lebih tidak sedikit membatasi pekerjaan kan," kata dia.

Pada pekan kedua dan ketiga Ramadhan, menurut keterangan dari dia, masih ada sejumlah tamu yang bakal mengadakan pekerjaan MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions), tetapi ia mengakui kuantitasnya tidak sebesar hari-hari biasa.
Imbas Teror Bom, Okupansi Hotel di Yogyakarta Merosot hingga 30% Imbas Teror Bom, Okupansi Hotel di Yogyakarta Merosot hingga 30% Reviewed by Mutia Olyvia on Mei 23, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.