Melakukan Botoks Pada Usia 20-an Apakah Amankah


Tingginya persentase wanita yang mengerjakan suntik botoks di umur muda makin mengkhawatirkan. 

Berdasarkan data yang didapatkan Transform Cosmetic Surgery, jumlah pelaku botoks yang berusia di bawah 25 tahun bertambah 56 persen ketimbang tahun sebelumnya. Obsesi guna menghilangkan kerutan wajah begitu mengakar di kalangan wanita masa kini, khususnya di kalangan wanita Amerika dan Australia. 

Australasian College of Cosmetic Surgery (ACCS) menyatakan pada 2017 saja, wanita Australia menguras sekitar Rp 3,5 miliar demi botoks. Sedangkan ratusan ribu wanita lainnya rela mengantri berbulan-bulan demi mendapat slot botoks di klinik dokter keyakinan masing-masing.

Pada dasarnya, botoks atau botulinum toxin bermanfaat menyamarkan kerutan pada wajah orang dewasa. Cairan botox tercipta dari bakteri mempunyai nama clostridium botulinum dan tercatat sebagai obat keras yang hanya dapat diperoleh oleh resep dokter di Indonesia.

Karena sifatnya yang keras dan mengolah tampilan wajah secara permanen, botoks tak boleh dilaksanakan sembarangan. Hanya dokter berpengalaman yang sudah kawakan lah yang boleh menyuntikkan botoks ke wajah pasien.

Jika salah takaran dan posisi, wajah dapat tampak mengherankan alias 'rusak'. Tak tidak banyak selebriti yang mesti kehilangan wajah cantiknya dampak botoks. 

Oleh sebab sifatnya yang ampuh menghapus kerutan, botoks normalnya dilaksanakan oleh wanita usia 30-an ke atas. Lantas, apa yang menciptakan usia pelaku botoks jadi semakin muda?

Berdasarkan keterangan dari dr Anne Marie Gillet dari Transform Cosmetic Surgery, generasi milenial berusia 20an paling mementingkan penampilan. 

"Tampilan jasmani adalahsegalanya untuk kumpulan usia ini, dan mereka telah semakin aware mengenai perawatan keelokan apa saja yang dapat mencegah timbulnya tanda penuaan," jelas dr Gillet. 

Dr Darren McKeown, empunya klinik keelokan di Glasgow dan London mengucapkan hal senada. "Sementara orang-orang beranggapan botoks menciptakan wajah tampak mengherankan dan tidak natural, wanita muda menyaksikan ini sebagai urusan yang fashionable dan menarik," sambungnya. 

Meski terkesan tidak cukup bijaksana, secara medis tak terdapat larangan untuk mengerjakan botoks di umur 20an. 

"Botoks telah di-approve FDA (Food & Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) dan diizinkan untuk pasien umur 18 tahun ke atas. Kebanyakan pasien mengerjakan botoks di umur 30, bahkan sekarang di umur 20an. Gunanya untuk menangkal terbentuknya kerutan sesegera barangkali mulai umur 25an," jelas dr Jody Levine, MD, untuk Byrdie.

Meski aman dilaksanakan di umur 20an, para berpengalaman mengingatkan pasien guna tidak gegabah dan melakukannya secara berlebihan. 

"Lebih tidak sedikit tak tidak jarang kali berarti lebih baik. Terlalu tidak sedikit menyuntikkan botoks dapat berujung semua atrophia (berhentinya pertumbuhan) otot, yang tampak paling jelas pada lokasi mata, di mana wajah tampak menua lebih dulu," sambungnya lagi. 

Dan andai otot pada lokasi mata menyusut dan kehilangan volumenya sebab efek botoks jangka panjang, wajah justeru akan tampak lebih tua ketimbang aslinya. 

Keputusan untuk mengerjakan botoks sepenuhnya sedang di tangan kita sebagai pasien. Yang mesti diketahui, hasil botoks seringkali akan bertahan sekitar empat sampai enam bulan lamanya. Setelah efeknya memudar, Anda mesti berkonsultasi pada berpengalaman untuk mengecek situasi dan keperluan kulit Anda.
Melakukan Botoks Pada Usia 20-an Apakah Amankah Melakukan Botoks Pada Usia 20-an Apakah Amankah Reviewed by Mutia Olyvia on Januari 28, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.